Mata dan Hati

Sabtu, 25 Juli 2009 Merupakan dua organ yang sangat penting dalam tubuh kita, kebersihan hati bergantung pada mata apabila pandangan mata terjaga maka akan terjagalah hati kita. Bahagia dan sengsaranya hati juga bergantung padanya, mengapa bisa demikian ? bagaimana tidak segala apa yang di lihat oleh mata, maka akan langsung di olah ke otak yang kemudian di laporkan ke hati. Nah maka dari situlah terjadi sebuah proses dengan adanya korelasi antara otak dan hati yang bersumber dari pandangan mata.

Ada sebuah cerita yang tidak akan pernah terlupakan, waktu itu saya lagi ada di rumah temen tanpa sengaja ada seorang wanita yang terbuka baju bawahnya. Nah ini merupakan suatu kebetulan saja apabila pandangan ini diteruskan maka akan menjadi dosa lain halnya jika hal ini langsung di buang begitu saja tentu akan lebih menjaga hati kita.
Tapi lebih celakanya manakala kita tengah menyendiri hal ini suka terbayangkan, timbul satu penyesalah kenapa waktu ada kesempatan tidak di nikmati saja padahal kesempatan itu tidak akan datang dua kali. Ini merupakan bisikan syetan yang terus merasuk kedalam hati kita, hal ini biasanya akan terjadi ketika kita tengah menyendiri karena disaat itu terkadang pikiran dan hati kita melamun dan hal ini akan sangat di manfatkaan oleh syetan untuk melancarkan bisikannya. Kemudian hati kita mengiyakan dan kita akan mencari satu kesempatan yang mana kesempatan itu tidak akan di sia-siakannya. Apabila hal ini sampai terjadi dimana kesempatan itu datang, maka syetan akan berbisik “hei manusia ini kesempatan yang kedua kalinya, jangan kamu sia-siakan karena kamu akan menyesal nanti sebagaimana penyhesalan kamu tempo hari”. Nah apabila hati mengiyakan maka satu kemenangan bagi syetan dan merupakan satu kekalahan bagi kita.
Ketika kita menuruti apa yang dibisikan tadi yang akhirnya hati kita kehilangan kendali maka di situ syetan pergi dan tinggal kita sajalah, penyesalan yang lebih besar akan merasuk kedalam diri kita dan ini lebih besar dari pada penyesalan yang pertama. Perang perasaan mulai terjadi satu sisi membenarkan tindaknnya sementara di sisi lain menyesali apa yang telah terjadi, namun apa hendak di kata satu detikpun tak mungkin waktu bisa di putar ulang tidak seperti siaran sepak bola yang biasa kita tonton di televisi. Penyesalan tidak akan datang di awal cerita pasti di ending adegan atau di penutup cerita. Tapi apakah selesai sudah sampai disini.?
Tidaklah demikian, perang bisikan terus akan terjadi hingga kita melakukan kesalahan itu berulang-ulang, sebenarnya ini bukan dari akhir segalanya bisa jadi ini dari awal dunia hitam kita atau hanya sekedar mimpi buruk di siang bolong yang pada satu saat nanti kita akan terbangun dan sadarkan diri, atau pilihan yang ketiga yaitu kita sadar kalau ini hanya mimpi tapi sulit untuk bisa lepas dari mimpi buruk ini. Kita tinggal pilih yang mana….tentunya ketiganya sangat tidak kita harapkan. Tapi memang kalau sudah tidak ada pilihan lain maka apa hendak di kata paling tidak kita sadar kalau kita ini sedang mimpi buruk.

Artikel Terkait



Next Prev home
 
 
 

Katalog Newspaper Online

Sahabatku

 
Copyright © SMA MITRADHARMA
Blognya | Orang Kertasari Created | al_Faqiru ~alam laqob~ Hendra