Penetapan 1 Ramadhan

Kamis, 20 Agustus 2009
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, dimana hanya sekali dalam setahun. Merujuk pada Al-Qur`an surat al_Baqoroh ayat 183 sebagai pijakan utama perintah melaksanakan puasa ramadhan selama sebulan penuh.
Yang di dukung oleh hadits-hadits Nabi lainnya yang paling shahih sebagai khitab wadho (penjelasan) dari pelaksanaan peintah puasa tersebut (khitab taklif). Umat muslim di seluruh dunia dengan keimanan yang sempurna dengan serta merta melaksanakan puasa sebulan penuh.
waktu penetapan Ramadhan pada tahun ini di perkirakan akan sama dan tidak mengalami perbedaan, hal ini memang terbisa untuk iklim di indonesia yang memungkinkan perbedaan waktu, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi perbedaan pada poenetapan 1 syawal.
Bagi muslim yang paham benar terhadap penghitungan hilal maka ia dianjurkan untuk tidak taklid (mengikuti orang lain) kepada orang lain dalam menentukan 1 ramadhan. sebagai penetapan bulan ramadhan bisa juga dengan metode hisab yakni dengan ilmu falak.
Namun sebagaimana ketentuan yang diberikan oleh Syaikhuna KH. Khoeruman Azam selaku ahli Falak yang sekalilgus juga sesepuh Ponpes. Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, hal itu tetap harus menunggu perjalanan rukyat. karena penghitunga bisa saja kurang akurat atau dengan kondisi cuaca dan iklim sehingga memungkinkan adanya perubahab.
Dijaman Rasululloh untuk penetapan 1 ramadhan biasanya dengan melihat hilal pada tanggal 29 sya`ban apabila hilal sudah nampak di atas ufuk maka besoknya bru melaksanakan puasa. Namun apabila masih belum tampak atau belum cukup atau belum terlihat maka bulan sya`ban digenapkan menjadi 30 hari.
Membaca Selengkapnya … Penetapan 1 Ramadhan

Peringatan Kemerdekaan RI Yang ke 64

Senin, 17 Agustus 2009

Setiap tahun kita selalu memperingati hari jadi kemerdekaan indonesia atau yang lebih populer HUT RI. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya dimana peringatan pada tahun ini sebelumnya kita baru saja usai menyelenggarakan pesta demokrasi. Yang pada kenyataan nya masih banyak diwarnai oleh pelanggaran terhadap aturan main demokrasi. apalagi partai peserta pemilu sedemikian banyaknya, yang berdampak pada semakin banyak pula pelanggaran yang dilakukan oleh partai politi.dari mulai pendistribusian logistik, kampanyeu para caleg, pencontrengan dan rekapitulasi suara dari mulai TPS hingga sampai ke tingkat KPU Nasional semuanya tak lulput dari konplik demi untuk mempertahankaneksistensi politik pribadinya.
Selang dua bulan kemudian pilpres pun di gelar berharap hujan di musim kemarau, jauh panggang dari pada api yang diharapkan oleh sebagian besar umat di negeri ini SBY memilih calon dari salah satu partai koalisinya ternyata di luar dugaan malah memilih budiyono yang ramai diisukan penganut paham neoliberalisme. Demo penolakan pun terjadi dimana-mana tapi semua itu tak membuat SBY mengurungkan niatnya dan akhirnya terpilihlah kedua pasangan tersebut. Bagaimana dengan proses pilpres itu sendiri tak jauh dari pileg (pemilu legislatif) dari masa kampanyeu hingga proses pencontrengan tetap diwarnai kecurangan.
lalu ada peristiwa apa sepuluh hari pasca pelaksanaan pilpres sungguh di luar dugaan dimana semua mata tertuju pada hasil pilpres, dimana kedua kubu yang merasa dirugikan berharap cemas. Dua bom meledak di dua hotel yang berdekatan. maka dengan serta merta semua mata media baik lokal nasional dan internasional langsuing tertuju pada bom tersebut. seakan-akan berburu harta karun yang di nanti-nanti semua media berlomba untuk menayangkan berita tentang pengeboman tersebut.
satu bulan telah berlalu meski polisi sudah berhasil meringkus beberapa orang yang di duga pelaku pengeboman (maaf kami tulis di duga kalau di duga berarti belum tentu benar, masih dalam dugaan)bahkan sampai menewaskan dua tersangka lainnya.
tiba saatnya kita untuk melupakan semuanya, kini saatnya untuk tertuju pada satu momentum yang sangat bersejarah. dimana cikal bakal negara republik ini harus dibayar dengan air mata darah tangis anak-anak tak berdosa dan jeritan kelaparan rakyat jelata. Tidak bisa di pungkiri umat islam punya andil yang sangat besar. hal ini bisa kita lihat pada alenia ke tiga UUD 45 "dan dengan rahmat Alloh yang Maha Kuasa serta di dorong oleh keinginan yang luhur....." ini membuktikan bahwa umat islam punya andil yang begitu besar dalam mewujudkan kemerdekaan di Republik ini. Maka sangat wajarlah jika umat islam di beri kedudukan yang istimewa untuk bisa melaksanakan ajaran islam yang sebebas bebasnya bukan dibatasi dengan segala macam alasan yang tidak bisa di mengerti.
Membaca Selengkapnya … Peringatan Kemerdekaan RI Yang ke 64

Perjanjian Awal Kemenangan

Kamis, 06 Agustus 2009
Lagi-lagi saling tuding dan saling tuduh, sebenarnya siapa sih pelaku peledakan di dua hotel milik amerika itu...? jangan-jangan ini memang spekulasi aja, mereka memasang umpan supaya dapat ikannya. kenapa saya katakan begitu, ya jelaslah umpannya ya bom tadi dan ikannya adalah para aktivis. lagi2 yang menjadi target pengejaran dan penangkapan adalah mereka yang notabene kegiatan sehari-harinya sangat sederhana dan dari komentar para tetangganya juga bagus. sebagai guru ngaji dan memang orang yang agamis, gak jauh dari dugaan kan pasti targetnyha kesana.....
wah-wah keterlaluan begitu mudah ternyata untuk menuduh dan menuding kalau si anu sebagai pelaku peledakan dan terorisme sebelum ada bukti-bukti yang jelas.....

sepeti peristiwa peledakan sebelumnya selalui yang jadi target para aktivis yang punya keinginan dan cita-cita ingin menegakkan syari`at islam. dalam hal ini saya sebagai muslim meskipun belum bisa menjalankan syari`at secara kaffah, atetap berkeinginan dan bercita-cita tegakknya izzul islam di bumi persada ini. islam ibarat air, ketika air itu di bendung maka ia akan mencari celah untuk bisa menenbus bendungan itu semakin kuat bendungan yang dibuat maka akan semakin banyak air yang tersumbat. maka ketika air itu sudah menemui titik jenuh dan bendungan itu sudah tidak lagi bisa menahan air yang semakin membludak. dengan serta merta air itu akan membongkar bendungan tersebut dan akan menjadi air bah yang menghancurkan segala apa yang dilaluinya.
kita buktikan, semakin dunia islam di sudutkan pada kenyataannya semakin banyak orang yang penasaran tentang isi ajaran islam, apa iya islam itu mengajarkan terorisme...? tentu kita ingat pada sebuah perjanjian di masa Rasululloh SAW. yang disebut perjanjian hudayibiyah. dengan begitu mudah Rasululloh menyetujui isi perjanjian tersebut yang secara kasat mata jelas-jelas itu merugikan umat muslim.
ketika itu sahabat yang paling frontal/temperamental yakni Umar al-faruk/ibnu khotob memprotes isi perjanjian tersebut maka rasululloh ternsenyum dan menjelaskan dengan gamblang...bahwa kemenangan sudah didepan mata, melalui perjanjian ini berarti satu kekalahan yang telak bagi kaum kufar.
Membaca Selengkapnya … Perjanjian Awal Kemenangan

Dimana Letak Keadilan

Sabtu, 01 Agustus 2009
Sungguh kejanggalan yang luar biasa manakala ada suatu tindakan hukum terhadap seseorang yang melanggar hukum, dimana hukum yang di tegakkannya adalah hukum syariat seolah-olah semua media langsung mengexpos. Anehnya lagi justru yang di tunjukkan bukan sisi positif dari adanya hukum tersebut melainkan lebih mengusung HAM bak pahlawan kesiangan kenapa orang yang jelas melanggar peraturan perundangan-undangan masih dibela juga.(berita terkait di http://www.republika.co.id)

Kehawatiran saya takut menjadi sebuah kenyataan dimana sudan sebagai negara yang sedikit banyaknya berpenduduk muslim dan sudah menerapkan aturan syariah menjadi bulan-bulanan media massa internasional yang keberpihakannya terhadap islam sangat kurang bagaimana tidak media informasi mereka (non muslim)yang mengendalikan. Perang propaganda jelas lebih banyak berpengaruh ketimbang perang pisik. kita harus belajar dari pengalaman. bagaimana seorang presiden Irak (sadam husein) ia di buru oleh militer AS dengan dalih senjata pemusnah massal yang sampai saat sekarang belum terbukti.
Berikutnya giliran tetangganya Iran yang di tuding membuat senjata nuklir ini adalah alat rekayasa untuk membumihanguskan satu persatu negara islam. lebih parah lagi ternyata banyak tulisan-tulisan yang mengungkap sisi hukum syariah dengan pandangan yang negatif yang berdalih dan beralasan HAM.
Ham notabene bukan Hak Asasi Manusia melainkan Hancurkan Anak-anak Muslim, ketika ketidakadilan berpihak pada muslim HAM seolah-olah tidak tahu. tetapi sebaliknya ketika terjadi sedikit kesalahan terhadap orang muslim mereka dengan serta merta langsung mengaitkan dengan agama yang di anutnya. sampai kepada almamater yang pernah di gelutinya sebagai ladang mencari ilmu, lebih kejam lagi dituduh sebagai sarang pencetakan teroris.
Sebuah pengalaman yang pahit pernah terjadi di negeri kita, dimana semua santri se Indonesia di mintai sidik jari satu persatu dengan alasan antisipasi terorisme. Walaupun hal ini sebatas rencana tentunya mengundang reaksi keras dari kalangan pesantren yang jelas-jelas tersinggung dan merasa di sudutkan hanya gara-gara si peledak bom pernah nyantri di sebuah Pondok Pesantren.
Timbul sebuah pertanyaan mengapa jika para pejabat yang korup tidak pernah di usut dimana mereka pernah belajar dan dimana mereka menggeluti ilmu, sehingga mereka ketika menjadi pejabat pandai korupsi dan memanipulasi rakyat. sungguh ketidak adilan sudah sangat memprihatinkan di negeri ini.
Membaca Selengkapnya … Dimana Letak Keadilan
Next Prev home
 
 
 

Katalog Newspaper Online

Sahabatku

 
Copyright © SMA MITRADHARMA
Blognya | Orang Kertasari Created | al_Faqiru ~alam laqob~ Hendra