
Setiap tahun kita selalu memperingati hari jadi kemerdekaan indonesia atau yang lebih populer HUT RI. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya dimana peringatan pada tahun ini sebelumnya kita baru saja usai menyelenggarakan pesta demokrasi. Yang pada kenyataan nya masih banyak diwarnai oleh pelanggaran terhadap aturan main demokrasi. apalagi partai peserta pemilu sedemikian banyaknya, yang berdampak pada semakin banyak pula pelanggaran yang dilakukan oleh partai politi.dari mulai pendistribusian logistik, kampanyeu para caleg, pencontrengan dan rekapitulasi suara dari mulai TPS hingga sampai ke tingkat KPU Nasional semuanya tak lulput dari konplik demi untuk mempertahankaneksistensi politik pribadinya.
Selang dua bulan kemudian pilpres pun di gelar berharap hujan di musim kemarau, jauh panggang dari pada api yang diharapkan oleh sebagian besar umat di negeri ini SBY memilih calon dari salah satu partai koalisinya ternyata di luar dugaan malah memilih budiyono yang ramai diisukan penganut paham neoliberalisme. Demo penolakan pun terjadi dimana-mana tapi semua itu tak membuat SBY mengurungkan niatnya dan akhirnya terpilihlah kedua pasangan tersebut. Bagaimana dengan proses pilpres itu sendiri tak jauh dari pileg (pemilu legislatif) dari masa kampanyeu hingga proses pencontrengan tetap diwarnai kecurangan.
lalu ada peristiwa apa sepuluh hari pasca pelaksanaan pilpres sungguh di luar dugaan dimana semua mata tertuju pada hasil pilpres, dimana kedua kubu yang merasa dirugikan berharap cemas. Dua bom meledak di dua hotel yang berdekatan. maka dengan serta merta semua mata media baik lokal nasional dan internasional langsuing tertuju pada bom tersebut. seakan-akan berburu harta karun yang di nanti-nanti semua media berlomba untuk menayangkan berita tentang pengeboman tersebut.
satu bulan telah berlalu meski polisi sudah berhasil meringkus beberapa orang yang di duga pelaku pengeboman (maaf kami tulis di duga kalau di duga berarti belum tentu benar, masih dalam dugaan)bahkan sampai menewaskan dua tersangka lainnya.
tiba saatnya kita untuk melupakan semuanya, kini saatnya untuk tertuju pada satu momentum yang sangat bersejarah. dimana cikal bakal negara republik ini harus dibayar dengan air mata darah tangis anak-anak tak berdosa dan jeritan kelaparan rakyat jelata. Tidak bisa di pungkiri umat islam punya andil yang sangat besar. hal ini bisa kita lihat pada alenia ke tiga UUD 45 "dan dengan rahmat Alloh yang Maha Kuasa serta di dorong oleh keinginan yang luhur....." ini membuktikan bahwa umat islam punya andil yang begitu besar dalam mewujudkan kemerdekaan di Republik ini. Maka sangat wajarlah jika umat islam di beri kedudukan yang istimewa untuk bisa melaksanakan ajaran islam yang sebebas bebasnya bukan dibatasi dengan segala macam alasan yang tidak bisa di mengerti.
Open all
Close all

