Tesis

Jumat, 24 Juni 2022

 

BAB IV

TEMUAN, INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN

 

Dalam bab IV ini akan disajikan: gambaran umum lokasi penelitian; Temuan hasil penelitian; interpretasi hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian

A.    Gambaran Umum  Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung merupakan pendidikan Islam swasta. Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung dibawah naungan Yayasan Al-Misbah. Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung berdiri tahun 1986. Kurikulum pembelajaran yang digunakan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung Kurikulum 2013 dan Kurikulum muatan lokal khasnya. Pembelajaran al-Quran dan Hadis merupakan bagian sajian mata pelajaran di Kurikulum 2013. (Wawancara dengan H. Hayati; Kepada Madrasah, 22 Maret 2022).

        Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah saat ini berlokasi di Jalan Desa Cipadung Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Saat ini Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung di pimpin seorang kepala sekolah, yaitu: H. Hayati, S.Ag. Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung memiliki visi dan misi madrasah. (Wawancara dengan H. Hayati; Kepada Madrasah, 22 Maret 2022).

Adapun keadaan real Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung sebagai berikut:

1.      Visi dan Misi Madrasah Ibtidaiyah AL-Misbah Kota Bandung

a.       Visi

Terwujudnya Manusia yang Bertaqwa, berakhlak Mulia, Berilmu, Terampil, dan Mampu hidu Bermasyarakat.

Untuk memudahkan pencapaian visi tersebut maka dirumuskan indikator visi sebagai berikut :

1) Peserta didik memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual;

2)   Kotak Teks: 61Peserta didik memiliki perestasi dalam bidang akademik dan non akademik;

3) Peserta didik memilki akhlakul karimah;

4) Peserta didik dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah sesuai harapan masing-masing;

5) Peserta memiliki bekal kemampuan untuk hidup bermasyarakat.

 

b.      Misi Madrasah :

1) Menyiapkan Generasi unggul yang Beriman, Bertaqwa, dan Berakhlak Karimah.

2) Membentuk Siswa yang Aktif, Kreatif, dan Inovatif sesuai dengan perkembangan zaman.

3) Membangun Citra Madrasah yang Islami dan sebagai mitra terpercaya di masyarakat.

4) Meningkatkan ketaatan Peserta didik kepada Allah Swt. dalam mengamalkan ajaran Agama Islam.

5)    Melaksanakan kegiatan pembelajaran diri di bidang keagamaan, olahraga , dan kesenian.

6)    Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah, lembaga lain, dan lingkungan. (Wawancara dengan H. Hayati; Kepada Madrasah, 22 Maret 2022).

 

2.                                       Struktur Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

   Struktur Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung, yaitu: Kepala sekolah, bagian Kurikulum, Bendahara, dan Tata Usaha.

 

3.                                        Keberadaan Pendidik (Guru) Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

        Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung saat ini memeliki pendidik (guru) dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 berjumlah 15 orang (laki-laki berjumlah 2 dan perempuan 13). Tenaga pendidik (Tendik) berjumlah 1 orang.  Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung, yaitu: Kepala sekolah, bagian Kurikulum, Bendahara, dan Tata Usaha. (Wawancara dengan Rijal Rifa’i; TU Madrasah, 22 Maret 2022).

 

4. Keberadaan Peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota

    Bandung

        Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung saat ini memeliki peserta didik (siswa) dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 berjumlah 325 orang (laki-laki berjumlah 155 dan perempuan 170). (Wawancara dengan Rijal Rifa’i; TU Madrasah, 22 Maret 2022).

 

B.    Temuan Hasil Penelitian

Deskripsi hasil temuan pada penelitian yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung berkaitan dengan metode takmili membaca menulis dan menghafal Al-Qur’an meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, masalah dan solusinya.

1.      Perencanaaan Metode Takmili membaca menulis dan menghafal Al-Qur’an

Pada kegiatan perencanaan metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al- Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah memiliki dasar dan tujuan. Dasar diterapkannya metode takmili takmili membaca, menulis dan menghafal Al- Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah yakni  sebagaimana yang dikatakan oleh Informan satu bahwa yang namanya madrasah tidak lepas dari agama Islam, yang namanya Islam pasti itu tidak lepas dari Al-Qur’an. Oleh karena itu kewajiban kita sebagai orang muslim untuk menjaga dan memelihara Al-Qur’an, walaupun Allah telah menjaminnya.


 

Hal ini sesuai dengan Firman Allah Swt dalam Qs. Al-Hijr

ayat 9:

 

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ 

 “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

Sedangkan tujuan yang diharapkan sebagai hasil kegiatan dari metode takmili hafalan Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah adalah sebagai berikut:

a)         Siswa yang menyelesaikan belajarnya di Madrasah Ibtidaiyah minimal dapat menghafal surat-surat pendek dalam Juz 'Amma antara surat An-Naas sampai An-Naba.

b)         Untuk mendorong, membina dan membimbing siswa- siswi (talamidz) Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah untuk suka/mencintai menghafal al-Qur’an dan mengamalkan sehari-hari.

c)         Untuk mengenalkan anak supaya menghafal Al-Qur’an adalah suatu hal yang sangat penting. Karena implementasi setelah kita hidup bermasyarakat hafalan ini sangat dibutuhkan

Materi hafalan Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah sebelumnya Juz 30, tetapi mulai tahun pelajaran 2020/2021 atas kebijakan yayasan dan berdasarkan rapat pengelola madrasah ditingkatkan yakni selain Juz 30 ditambah dengan surat Al-Baqarah.

Adapun materi dan target hafalan kelas satu adalah surat An- Naas sampai Al-Maa’uun ditambah surat Al-Baqarah ayat 1-10, kelas dua adalah surat Al-Quraisy sampai surat Al-Qori’ah ditambah Al- Baqarah ayat 1-20, kelas tiga adalah surat Al-Adiyat sampai At-Tin ditambah Al-Baqarah ayat 1-30, kelas empat adalah surat Al-Insyirah sampai Al-Fajr ditambah Al-Baqarah ayat 1-40, kelas lima adalah surat Al-Ghasiyyah sampai Al-Mutaffifin ditambah Al-Baqarah ayat 1-50, dan kelas 6 surat Al-Infitar sampai An-Naba ditambah Al- Baqarah ayat 1-60.

Karena materi juz 1 ini masih dalam tahap uji coba sehingga target materi masih belum tersusun rapi dan para peserta didik tidak dipaksakan untuk menghafal sesuai target. Sehingga materi tetap menyesuaikan hafalan per-peserta didik sesuai hafalan yang tercatat di buku pantauan hafalan Al-Qur’an. Tetapi agar pembelajaran lebih terarah para guru membuat program target hafalan materi seperti itu.

Berdasarkan hasil rapat tim pengembang kurikulum yang melibatkan yayasan, komite, kepala madrasah dan dewan guru. Hafalan Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler yang mengacu pada KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah. Dimana ruang lingkup keputusan ini meliputi: struktur kurikulum, pengembangan implementasi kurikulum, muatan lokal,  ekstrakurikuler, pembelajaran pada madrasah berasrama dan penilaian hasil belajar. Adapun struktur kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Tahun Pelajaran 2020/2021 dapat dilihat pada tabel berikut:

 

1.1       Tabel Struktur Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah

 

 

 

 

MATA PELAJARAN

ALOKASI WAKTU

 

BELAJAR PER-MINGGU

I

II

III

IV

V

VI

Kelompok A

 

 

 

 

1.

Pendidikan Agama Islam

 

 

 

 

 

 

 

a.

Al-Qur`an Hadis

2

2

2

2

2

2

 

b.

Akidah Akhlak

2

2

2

2

2

2

 

c.

Fikih

2

2

2

2

2

2

 

d.

Sejarah Kebudayaan Islam

-

-

2

2

2

2

2.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

5

5

6

4

4

4

3.

Bahasa Indonesia

8

9

10

7

7

7

4.

Bahasa Arab

2

2

2

2

2

2

5.

Matematika

5

6

6

6

6

6

6.

Ilmu Pengetahuan Alam

-

-

-

3

3

3

7.

Ilmu Pengetahuan Sosial

-

-

-

3

3

3

Kelompok B

 

 

 

 

1.

Seni Budaya dan Prakarya

4

4

4

5

5

5

2.

Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

4

4

4

4

4

4

Muatan Lokal

 

 

 

 

 

 

1.

Bahasa Sunda

2

2

2

2

2

2

2.

Bahasa Inggris

 

 

 

2

2

2

Pengembangan Diri/Ekstrakurikuler

 

 

 

 

 

 

1.

Pramuka

 

 

 

 

 

 

2.

Tahfiz

 

 

 

 

 

 

Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu

36

38

42

46

46

46

 

Pembelajaran Metode Takmili Membaca, menulis dan Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah dijadwalkan setiap hari Jum’at (kelas 1-3) dan Sabtu (kelas 4-6) dengan alokasi waktu 60 menit. Selain itu kegiatan takmili juga dilaksakan setiap hari 10 menit sebelum jam pembelajaran pertama dimulai.

 

a.    Pelaksanaan Metode Takmili Membaca, menulis dan Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah

Pelaksanaan berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Saepul Aripin selaku koordinator hafalan Al-Qur’an, secara garis besarnya ada beberapa langkah yang dilakukan pendidik dengan peserta didik dalam melaksanakan metode takmili  hafalan Al-Qur’an di antaranya:

1)   Kegiatan pendahuluan.

Pada tahap ini, sebelum memulai takmili hafalan Al-Qur’an, guru bersama peserta didik membaca do’a bersama-sama dilanjutkan membaca Al-Asmaul Husna selama 10 menit.

2)   Kegiatan inti.

Pada tahap ini kegiatan dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama mengajarkan tentang tajwid guna memberikan penekanan terhadap cara baca dan kaidah-kaidah bacaan Al-Qur’an yang benar sesuai dengan ketentuan yang ada dengan alokasi 20 menit. Pada sesi ke dua baru dilaksanakan pembelajaran takmili hafalan Al-Qur’an dengan alokasi waktu 40 menit. Pada kegiatan ini peserta didik melakukan takmili hafalan lama secara bersama-sama disimak oleh guru. Kemudian diteruskan takmili hafalan baru di bawah bimbingan guru, peserta didik mengucap ulang apa yang dibacakan guru. Setelah dirasa peserta didik sudah hafal, peserta didik disuruh duduk berpasangan dan saling menyimak hafalan masing-masing. Bagi yang sudah siap dan merasa sudah hafal benar, maka dilanjutkan menyetorkan hafalan kepada gurunya dengan membawa buku pantauan hafalan Al-Qur’an.

3)   Kegiatan penutup.

Pada tahap ini guru bersama peserta didik takmili lagi ayat yang sudah dihafal hari ini. Bagi peserta didik yang belum menyetorkan hafalannya diberi tugas untuk menghafal di rumah. Setelah itu guru menutup pembelajaran dengan berdo’a bersama.

Dikarenakan pembelajaran takmili hafalan Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah dilaksanakan setelah pembelajaran di madrasah, peserta didik sudah merasa jenuh. Maka guru berinisiatif untuk menciptakan suasana pembelajaran yang dapat menghilangkan kejenuhan. Peserta didik melakukan pembelajaran takmili tidak terpaku di dalam ruangan kelas saja, tetapi memanfaatkan lingkungan di sekitar madrasah, seperti teras, halaman, taman dan lainnya, disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu, yang terpenting peserta didik merasa nyaman dan senang dalam mengikuti kegiatan takmili tersebut.

 

b.    Evaluasi Metode Takmili Membaca, menulis dan Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah

Untuk dapat menilai dan mengukur sampai dimana keberhasilan yang dicapai dalam pembelajaran metode Metode Takmili Membaca, menulis dan Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah, maka diperlukan evaluasi. Evaluasi dalam pembelajaran mencakup evaluasi hasil belajar dan evaluasi proses pembelajaran

1)      Evaluasi Hasil Pembelajaran Metode Takmili Membaca, menulis dan Menghafal Al-Qur’an

Berdasarkan beberapa hasil wawancara dan observasi dapat diketahui bahwa sistem evaluasi pembelajaran metode Metode Takmili Membaca, menulis dan Menghafal Al-Qur’an yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah menggunakan penilaian berbentuk sistem setoran hafalan. Tetapi waktu pelaksanaannya juga seperti dengan mata pelajaran lainnya yakni dengan melakukan ulangan setoran harian, juga dengan melakukan ulangan setoran dalam setiap tengah semester, akhir semesteran dan setoran akhir kelulusan. Adapun bentuk mekanisme setoran hafalan yang dilakukan untuk lebih jelasnya meliputi sebagai berikut:

a)      Evaluasi setoran mingguan (evaluasi formatif)

Evaluasi setoran mingguan dilakukan setiap akhir pada jam pelajaran hafalan Al-Qur’an. Untuk pelaksanaannya biasanya para guru menyuruh maju peserta didik yang sudah hafal atau bisa juga dengan memanggil satu persatu dengan membawa buku pantauan hafalan Al-Qur’an. Setelah itu para gurunya memberikan catatan penilaian di buku pantauan tersebut.

Setiap kali pertemuan dalam pelajaran hafalan Al-Qur’an peserta didik tidak selalu menyetorkan hafalannya artinya ketika peserta didik itu sudah mampu untuk menyetorkan hafalannya maka peserta didik akan menyetorkan hafalannya Jika peserta didik belum mampu untuk menyetorkan hafalannya, mereka disuruh untuk tadarus atau takmili saja. Maka setoran hafalannya ditunda pada pertemuan berikutnya. Sebenarnya kemampuan setor hafalan bagi peserta didik tidak dibatasi tetapi semua itu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Tetapi agar pembelajaran lebih terarah para guru memberikan target minimal hafal 1 sampai 3 ayat, tergantung dari panjang pendeknya ayat yang dihafal.

Evaluasi setor mingguan ini merupakan langkah ini dimaksudkan agar peserta didik selalu rutin dan rajin menghafal sehingga diharapkan siswa mampu mencapai target yang ditetapkan.

b)      Evaluasi setoran tengah semester dan semesteran

Evaluasi setoran tengah semester dilakukan setiap tiga bulan sekali, sedangkan evaluasi semesteran dilakukan setiap enam bulan sekali. Dalam pelaksanaan evaluasi ini dengan cara mengulang dari hafalan dari ayat yang sudah hafal. Setiap penilaian dalam jangka waktu tengah semester dan semesteran biasanya ada  target  tertentu. Untuk peserta didik yang belum mencapai target hafalan, maka dilakukan remidi sesuai prosedur. Ketika ada siswa yang memang sulit sekali menghafal untuk mencapai target yang diharapkan, para guru tidak membebankan dan tidak memaksa mereka. Karena supaya anak-anak tidak ada rasa trauma dan tidak terganggu psikologinya. Jadi target hafalan tersebut bukan memaksa dan menjadi syarat kenaikan kelas, tetapi hanya sebagai himbauan atau anjuran saja, agar lebih pembelajaran menjadi terarah dengan baik. Dan yang terpenting anak sudah ada kemauan untuk menghafal, dan nanti kalau sudah melanjutkan ke jenjang MTS atau SMP bisa lebih ditekankan lagi hafalannya.

c)      Evaluasi akhir kelulusan

Evaluasi akhir kelulusan dilaksanakan setiap menjelang akhir kelulusan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah yaitu ujian akhir yang dibimbing langsung oleh kepala madrasah dan dibantu guru- guru. Untuk target minimal yang harus dicapai siswa kelas 6 ketika menjelang kelulusan yakni hanya juz 30, karena untuk kurikulum dan materi surat Al-Baqarah diterapkan mulai tahun pelajaran ini atau masih dalam tahap uji coba.

Selain ketiga jenis tes di atas, Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah mengadakan perlombaan hafalan Al-Qur’an. Dimana peserta didik terbaik dalam hafalan Al-Qur’an akan diikutsertakan dalam AKSIOMA (Ajang Kompetensi Seni dan Olahraga Madrasah). Dengan adanya perlombaan tersebut diharapkan peserta didik lebih bersemangat dan termotivasi untuk semakin menambah hafalannya dan sekaligus guru dapat mengevaluasi dan mengetahui prestasi peserta didiknya.

Adapun aspek-aspek yang dinilaidalam evaluasi pembelajaran tersebut adalah: kelancaran membaca, kefasihan dan adab/akhlak.

 

1.2                    Tabel Rubrik Evaluasi Hasil Belajar Metode Takmili Membaca, menulis dan Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah

Materi

Kemampuan

Skor

Kelancaran membaca

Mampu membaca dengan lancar

4

Mampu    membaca     sebagian    besar

dengan lancar

3

Mampu     membaca     sebagian     kecil

dengan lancar

2

Tidak mampu membaca dengan lancar

1

Kefasihan

Dilaksanakan dengan fasih, tartil dan

sesuai tajwid

4

Dilaksanakan dengan fasih, kurang

tartil dan kurang sesuai tajwid

3

Dilaksanakan dengan kurang fasih,

kurang tartil dan kurang sesuai tajwid

2

Dilaksanakan dengan kurang fasih,

kurang tartil dan tidak sesuai tajwid

1

Adab

Dilaksanakan dengan khusyu, sopan

dan sungguh-sunnguh

4

Dilaksanakan dengan cukup khusyu,

cukup sopan dan sungguh-sungguh

3

Dilaksanakan dengan cukup khusyu,

namun sesekali bergurau

2

Dilaksanakan dengan tidak khusyu

dan bergurau

1

Skor maksimal

12

 

Nilai akhir = Jumlah skor yang diperoleh x 100 Skor maksimal (12)

1)  Evaluasi Proses Pembelajaran hafalan Al-Qur’an

Bentuk evaluasi proses pembelajaran yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah yakni dalam rapat awal tahun yang diadakan oleh yayasan Al-Misbah dengan melibatkan semua guru dan komite madrasah untuk menilai kegiatan program  Membaca, menulis dan Menghafal Al-Qur’an pada kurun waktu satu tahun.

 

d.    Masalah Metode Takmili Membaca, menulis dan Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah

Setiap penerapan suatu metode tentunya terdapat kendala atau masalah tidak lain halnya dengan penerapan Metode Takmili Membaca, menulis dan Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah. Hal ini seperti yang diungkapkan ibu Hj, HYT selaku kepala madrasah, bahwa masalah-masalah yang dihadapi dalam penerapan metode takmili hafalan Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah di antaranya yaitu:

1)                   Usia yang belum matang untuk dimasukkan ke Madrasah Ibtidaiyah;

2)                   Daya tangkap masing-masing peserta didik yang berbeda-beda;

3)                   Faktor kemauan dari anak yang kurang;

4)                   Belum bisa baca tulis Al-Qur’an atau belum lancar membaca Al- Qur’an, bahkam masih ada yang tahap membaca buku Iqra’;

5)                   Belum mengetahui cara menghafal yang baik dan benar;

6)                   Tidak bisa mengatur waktu ketika menghafal di rumah;

7)                   Ketika di rumah sering bergaul dengan anak-anak yang malas terutama malas dalam menghafal Al-Qur’an;

8)                   Kekurangan guru yang berkompetensi dalam bidang hafalan Al- Qur’an.

 

e.         Solusi Metode Metode Takmili Membaca, menulis dan  Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Suparman, sejauh ini solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah metode takmili hafalan Al-Qur’an di Madarasah Ibtidaiyah Al-Misbah adalah sebagai berikut:

1)                   Memberlakukan    aturan    seleksi    penerimaan    peserta    didik baru berdasarkan tingkat usia;

2)                   Mengadakan bimbingan khusus untuk peserta didik yang memiliki daya tangkap yang kurang;

3)                   Mengadakan kerjasama dengan orang tua dalam membimbing peserta didik;

4)                   Memberikan hafalan kepada anak sedikit demi sedikit, tidak secara sekaligus;

5)                   Memberikan perhatian dan motivasi kepada peserta didik untuk lebih semangat dalam menghafal;

6)                   Memberikan jadwal kegiatan peserta didik untuk membiasakan disiplin dalam mengatur waktu;

7)                   Mebentuk kelompok belajar di rumah;

8)                   Mengadakan pelatihan dan pembinaan guru mengenai hafalan Al- Qur’an;

 

C.  Interpretasi Hasil Penelitian

1.      Perencanaan Metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota  Bandung

Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh data bawa perencanaan metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung meliputi:

a)    Penetapan program pembelajaran Al-Qur’an melalui rapat dengan melibatkan berbagai pihak, yakni yayasan, komite, kepala dan guru madrasah. Dimana hasil rapat tersebut menetapkan bahwa program hafalan Al- Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah At Tamimi masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler, sedangkan di Madrasah Ibtidaiyah Cikananga masuk ke dalam mata pelajaran muatan lokal. Keduanya sama-sama mengacu pada KMA nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah yang di dalamnya mencakup: struktur kurikulum, pengembangan implementasi kurikulum, muatan lokal, ekstrakurikuler, pembelajaran pada madrasah berasrama dan penilaian hasil belajar.

b)   Penetapan tujuan metode tamili pembelajaran Al-Qur’an pada madrasah ini mengacu pada tujuan pendidikan nasional yang dikembangkan melalui visi, misi dan tujuan madrasah masing-masing. Adapun tujuan dari metode takmili pembelajaran Al-Qur’an adalah menghasilkan lulusan Madrasah Ibtidaiyah hafal juz 30, mengamalkan hafalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, dan yang paling utama adalah untuk menjaga dan memlihara hafalan Al-Qur’an.

c)    Target metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an yakni juz 30. Dalam pembagian materi atau target hafalan disesuaikan dengan tingkat kelas. Hal ini dikarenakan tingkat kemampuan peserta didik berbeda-beda.

Selain itu faktor usia dan kematangan cara berfikir peserta didik pun mempengaruhi terhadap hafalan Al-Qur’an. Untuk Madrasah Ibtidaiyah At Tamimi selain juz 30 ditambah Surah Al-Baqarah.

d)   Penentuan jadwal dan alokasi waktu tamili pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung karena masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler maka jadwal di luar jam pelajaran madrasah. Yakni untuk kelas 1,2 dan 3 hari Jum’at, untuk kelas 4,5 dan 6 setiap hari Sabtu. .

Berdasarkan analisis penulis perencanaan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah AL-Misbah Kota Bandung dilihat dari contoh buku target, perencanaan hafalan Al-Qur’an sudah cukup baik dan sesuai dengan pedoman serta standar, akan tetapi belum terdapat komponen-komponen pembelajaran yang lengkap seperti silabus dan RPP. Padahal perangkat perencanaan ini sebenarnya adalah hal yang penting dan harus dibuat oleh guru sebelum pembelajaran dimulai, agar dapat terarah dengan baik. Hal ini menjadi kelemahan yang perlu dibanahi oleh semua guru. Namun meskipun belum ditunjang dengan perangkat pembelajaran, hal ini tidak menjadi kendala dalam melaksanakan pembelajaran.

 

2.    Pelaksanaan Metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

Pelaksanaan metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung adalah sebagai berikut:

a)  Kegiatan Pendahuluan

Pada kegiatan ini, guru berdo’a bersama-sama dengan peserta didik, menanyakan kehadiran peserta didik, memotivasi belajar untuk meghafal Al-Qur’an serta membaca Al-Asmaul husna. Hal ini dilakukan untuk mengkondisikan pembelajaran.

b)  Kegiatan Inti

Pada kegiatan ini, mengulang telebih dahulu materi pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan dengan:

1). Membaca  hafalan bersama-sama dibimbing oleh guru.

Semua peserta didik mengulangi hafalan lama lalau dilanjutkan hafalan baru secara bersama-sama dibimbing dan disimak oleh guru.

2)  Membaca hafalan dengan teman sebaya

Pelaksanaan pengulangan bacaan dengan teman sebaya bertujuan untuk lebih mempertajam ingatan para siswa yang lama maupun yang baru itu sudah benar dan lancar atau belum. sebelum diperdengarkan atau disetorkan dan dinilai oleh guru.

Pada kegiatan inti yang membedakan adalah di Madrasah Ibtidaiyah ini adalah di Madrasah Ibtidayah At Tamimi kegiatan initi dibagi dua sesi yakni sesi pertama ada pembelajaran baca tulis Al- Qur’an, sesi kedua baru pembelajaran takmiliah membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an.

3)  Kegiatan Penutup

Guru mengulang lagi terhadap ayat yang sudah dihafal. Kemudian guru menyuruh peserta didik yang belum setoran hafalan untuk menghafal di rumah. Setelah itu guru menutup pembelajaran dengan berdo’a bersama- sama.

Proses pengelolaan kelas di Madrasah Ibtidaiyah At Tamimi dikarenakan hafalan Al-Qur’an ini dilaksanakan di luar jam pelajaran (ekstrakurikuler) maka kondisi peserta didik dan guru sudah jenuh setelah pembelajaran mata pelajaran wajib pagi sampai siang. Untuk mengatasinya pembelajaran dilaksanakan sesuai sesantai mungkin tapi tetap serius. Peserta didik boleh mengganti pakaian seragamnya dengan pakaian bebas tapi sopan, hal ini untuk menciptakan kenyamanan pada tubuh peserta didik agar tidak merasa gerah. Kemudian untuk tempat pembelajaran tidak bergantung pada ruang kelas saja, melainkan menggunakan atau memanfaatkan lingkungan sekitar madrasah yang dirasa memungkinkan dan nyaman ketika kegiatan pembelajaran.

Berbeda dengan pengelolaan kelas di Madrasah Ibtidaiyah Cikananga, dikarenakan hafalan Al-Qur’an masuk program muatan lokal yang dilaksanakan di dalam jam pelajaran, maka pengelolaan kelas seperti biasa, namun dikarenakan peserta didik masih anak-anak, para guru berusaha aktif dan kreatif bagaimana menciptakan kondisi pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik agar semangat mengikuti kegiatan pembelajaran hafalan Al-Qur’an, yakni dengan mengatur tata ruang kelas, tempat duduk peserta didik, memajang hasil karya peserta didik berupa tulisan ayat-ayat dan sura di atas karton warna-warni ditempel di dinding agar terlihat dan dibaca oleh peserta didik.

Menurut Analisa penulis dalam proses pelaksanaan pembelajaran metode muraja’ah hafalan Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah sudah sesuai dengan standar atau acuan umum yang terdiri dari tiga tahap, yakni pendahuluan, inti dan penutup. Langkah-langkah kegiatan tersebut adalah langkah umum yang biasa dilaksanakan oleh guru pada saat pembelajaran hafalan Al-Qur’an, perlu ditegaskan lagi pelaksanaan pembelajaran adalah wujud nyata dari perencanaan yang telah disusun dalam perangkat pembelajaran.

 

4.          Evaluasi Metode Takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

Evaluasi yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung ada dua jenis yaitu evaluasi hasil belajar dan evaluasi proses pembelajaran. Dimana hasil belajar tebagi pada empat bentuk yaitu: setoran mingguan, tengah semester, akhir semester dan evaluasi kelulusan. Evaluasi mingguan dilakukan setiap satu minggu sekali, evaluasi tengah semester setiap tiga bulan sekali, evaluasi akhir semester setiap enam bulan sekali dan evaluasi lulusan di akhir kelas 6.

Evaluasi   ini   dengan   cara   menyetorkan   hafalan   Al-Qur’an  hasil

muraja’ah  kepada  guru,  kemudian  guru  memberikan  penilaian  di   buku

pantauan hafalan Al-Qur’an peserta didik. Stiap evaluasi dalam jangka waktu tengah semester dan akhir semesteran biasanya ada target tertentu, namun tidak bersifat memaksa sehingga memberatkan peserta didik.

Adapun bagi siswa yang belum mencapai target diadakan remedial atau perbaikan. Dan jika masih sulit mencapai target maka tidak akan mempengaruhi kenaikan kelas, dikarenakan program ini tujuannya untuk membina dan membiasakan peserta didik dalam menghafal Al-Qur’an. Evaluasi akhir kelulusan dilaksanakan setiap menjelang kelulusan peserta didik. Untuk memotivasi peserta didik dalam menghafal Al-Qur’an setiap satu tahun sekali diadakan perlombaan hafalan, dan wisuda tahfiz di akhir kelulusan.

Aspek-aspek yang dinilai dalam evaluasi hasil belajar peserta didik tentang muraja’ah hafalan Al-Qur’an adalah mengacu pada standar kelulusan Madrasah Ibtidaiyah bahwa penilaian hasil belajar meliputi: aspek kognitif, apektif dan psikomotor. Adapun kriteria evaluasi hasil belajar hafalan Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah yaitu: partisifasi aktif dan keseriusan dalam menghafal, fashahah, akhlak terhadap guru, dan kelancaran hafalan.

Sedangkan evaluasi proses pembelajaran dibahas dalam rapat awal tahun berikutnya bersama yayasan, komite, kepala dan dewan guru madrasah. Hasil evaluasi proses pembelajaran ini digunakan sebagai acuan untuk peningkatan dan perbaikan program selama kurun waktu satu tahun.

Berdasarkan analisa penulis dari proses evaluasi pembelajaran metode muraja’ah hafalan Al-Qur’an sudah cukup baik. Hal tersebut dibuktikan dari proses yang berkesinambungan (terus-menerus), adanya program remedial, adanya buku catatan dan laporan hasil hafalan peserta didik, baik yang ada di peserta didik maupun yang ada di guru. Dengan adanyan buku penilaian hafalan Al-Qur’an tersebut baik guru maupun orang tua dapat mengecek atau memantau hafalan anaknya.


 

 

5.          Masalah Metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di   Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

Masalah yang dihadapi dalam metode takmili membaca, menulis dan menghafal al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung, di antaranya:

a.       Dari segi peserta didik:

1)  Tingkat kematangan usia peserta didik;

2)  Daya tangkap masing-masing peserta didik berbeda-beda;

3)  Kemauan anak yang kurang;

4)  Belum bisa baca tukis Al-Qur’an;

5)  Tidak bisa mengatur waktu ketika menghafal di rumah;

6)  Sifat malas yang ada pada peserta didik.

b.       Dari segi pendidik: kekurangan tenaga pendidik yang kompeten dalam hafalan Al-Qur’an.

c.       Lingkungan: keluarga dan teman bermain yang kurang mendukung

 

6.          Solusi Metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

Solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah metode takmili membaca,  menulis dan menghafal al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung, di antaranya:

a.       Dari segi peserta didik:

1)  Mengadakan seleksi penerimaan peserta didik baru berdasarkan tingkat usia;

2)  Mengadakan bimbingan khusus atau pelajaran tambahan bagi peserta didik yang masih kurang;

3)  Memberikan motivasi kepada peserta didik untuk menghafal Al- Qur’an;

4)  Memberikan bimbingan baca tulis Al-Qur’an;

5)  Memberikan jadwal menghafal di rumah agar terbiasa disiplin waktu;

6)  Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga peserta didik tidak merasa malas, jenuh atau bosan.

b.          Dari segi pendidik: Mengadakan pembinaan dan pelatihan guru tentang metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an atau juga bisa mengadakan Kerjasama dengan guru mengaji.

c.       Lingkungan: mengadakan hubungan kerjasama guru dan orang tua dapat melalui buku penghubunguntuk senantiasa memperhatikan hafalan anaknya.

 

D. Pembahasan Hasil Penelitian

1.                   Perencanaan Metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Garut

Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa perencanaan atau rancangan kegiatan metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an oleh Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung tersebut diawali dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai. Hal ini sesuai dengan Fattah (2009: 49) bahwa:

Perencanaan adalah proses penetuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan merupakan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan seefisien dan seefektif mungkin. Setiap perencanaan terdapat tiga kegiatan yaitu: (1) Perumusan tujuan yang ingin dicapai, (2) Pemilihan program untuk mencapai tujuan itu dan (3) Identifikasi dan pengerahan sumber yang jumlahnya terbatas.

 

Pada konteks perencanaan pembelajaran metode takmili  membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung, setelah menetapkan tujuan dilanjutkan dengan penetapan target atau materi hafalan, penentuan jadwal dan alokasi waktu. Hal ini sesuai dengan Majid (2005: 17) bahwa:

Perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, pemggunaan media pembelajaran, penggunaaan pendekatan metode pembelajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Perencanaan menjadi pedoman pelaksanaan yang harus dipatuhi guru saat melaksanakan pembelajaran di dalam kelas bersama siswa.

 

2.          Pelaksanaan Metode takmili pembelajaran membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran metode takmili pembelajaran hafalan Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: 1) tahap awal/pendahuluan, 2) tahap inti, dan 3) tahap akhir pembelajaran. Pada tahap awal pembelajaran berdo’a bersama, membaca Asmaul Husna, mengulang Kembali hafalan yang lalu (apersepsi). Sedangkan tahap inti guru melaksanakan pembelajaran dengan mengunakan metode takmili. Peserta didik mengulang hafalan lama disimak oleh temannya secara berpasangan, mengulang hafalan baru dibimbing dan disimak oleh guru, kemudian bagi peserta didik yang sudah bisa dan siap menyetorkan hafalan kepada guru dan dicatat dalam buku hafalan Al-Qur’an peserta didik. Tahap terakhir guru memberikan tugas hafalan di rumah dan menutup pembelajaran dengan do’a.

Ketiga tahapan dalam pelaksanaan tersebut merupakan realisasi dari perencanaan. Hal itu sesuai dengan Wiyani (2012: 560 bahwa: “merealisasikan rencana menjadi Tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan yang efektif dan efisien sehingga akan memiliki nilai guna yang benar-benar bermanfaat.”

Pelaksanaan pembelajaran hafalan Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung, guru berperan sebagai pembimbing yang bertugas mengarahkan, memberi motivasi kepada peserta didik untuk giat menghafal dalam upaya mencapai target hafalannya. Hal ini sejalan dengan George R. Terry dalam Sukarna (2011: 82) mengemukakan bahwa:

Actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota perusahaan tersebut oleh para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

Pelaksanaan terdiri dari sumber daya manusia sebagai penggerak dan dorongan atau motivasi untuk mencapai tujuan. Hal ini sejalan dengan Terry (2009: 9):

Pelaksanaan terdiri dari staffing dan motivating. Pada tahap staffing bertujuan untuk menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia, pengerahan, penyarinagn, Latihan dan pengembangan tenaga kerja. Sedangkan pada tahap motivating kegiatan ini mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kea rah tujuan- tujuan.

 

Dikarenakan di Madrasah ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung belum pernah memiliki guru khusus hafalan Al-Quran, maka pelaksanaan pembelajaran hafalan Al-Qur’an dipercayakan kepada guru kelas masing-masing. Guru yang ditunjuk berusaha untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Hal ini sesuai dengan Nawawi (2000: 95) bahwa:

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanaan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika: (1) merasa yakin akan mampu mengerjakan, (2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya, (3) tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting atau mendesak, (4) tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan (5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.

 

3.               Evaluasi Metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

Evaluasi metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung terdiri dari dua jenis evaluasi yakni evaluasi hasil belajar dan evaluasi proses pembelajaran. Hal ini bertujuan  untuk dapat mengetahui seberapa besar tingkat prestasi keberhasilan peserta didik dalam menguasai materi pelajaran yang telah dipelajari diperlukan adanya suatu penilaian (evaluasi). Hal ini sejalan dengan Arikunto dalam Mulyadi (2015: 1) bahwa:

Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berhaga tentang sesuatu; dalam mencari sesuatu tersebut, juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program, produksi, prosedur, serta alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah di tentukan.

 

Adapun bentuk penilaian (evaluasi) pembelajaran metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung yaitu sistem setoran hafalan harian, setoran hafalan tengah semester, setoran hafalan Semester dan ujian Akhir Tahfidz (UAT). Sedangkan untuk anak yang belum mengalami ketuntasan, maka dilakukan remedial sesuai dengan ketentuan. Dengan kriteria penilaian, yaitu: aspek kelancaran hafalan, tajwid, fashahah, ahlak (sikap).

Penilaian hasil belajar metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung bertujuan untuk memberikan penilaian atas hasil pembelajaran metode takmili peserta didik. Penilaian ini dalam bentuk tes lisan dan menggunakan rubrik sebagai instrumen penilaian. Hal ini sejalan dengan pendapat Masrukhin (2008: 1) menyatakan bahwa:

Evaluasi merupakan suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai daripada sesuatu. Sedangkan menurut istilah evaluasi adalah kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan.

Penilaian (evaluasi) dalam pembelajaran hafalan Al-Qur’an sangatlah penting dilakukan dengan baik. Karena evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang tenaga pendidik dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian peserta didik atau peserta didik. Aktifitas penilaian ini dilakukan dalam rangka untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, hingga dapat diketahui perbaikan-perbaikan yang barang kali perlu dilakukan.

 

4.          Masalah Metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

Permasalahan yang dihadapi dalam metode takmili membaca, menulis dan meghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung di antaranya:

a.       Tingkat kematangan usia peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah yang belum cukup. Hal ini dikarenakan pada tahun-tahun sebelumnya penerimaan peserta didik baru di Madrasah Ibtidaiyah tersebut tidak menyeleksi berdasarkan usia, terkadang asal memiliki ijazah Tk/RA atau PAUD diterima saja.

b.       Daya tangkap masing-masing peserta didik yang berbeda-beda. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri, dan umur kadang tidak melulu menjadi penentu. Ada siswa kelas bawah yang memang sudah lancar membaca dan bisa mengikuti Al-Qur’an dengan baik, tapi ada peserta didik kelas atas yang masih belum lancar.

c.       Faktor kemauan dari anak yang kurang. Kemauan anak yang kurang mungkin saja karena pengaruh keluarga yang kurang mendukung.

d.      Belum bisa baca tulis Al-Qur’an atau kurang lancar dalam membaca Al-Qur’an, bahkan ada yang masih tahap membaca buku Iqro’. Belum mengetahui cara menghafal yang baik dan benar. Adapun kunci kesuksesan agar seseorang bisa menghafal dengan benar dan baik adalah konsentrasi tidak terpengaruh dengan kondisi lingkungan sekitar dan membagi surat yang panjang menjadi bagian yang kecil.

e.       Tidak bisa mengatur waktu ketika menghafal dirumah. Sebenarnya orang tualah yang yang tau persis akan kondisi anak kapan waktu- waktu bagi anak tepat untuk menghafal.

f.        Sifat malas yang ada pada siswa. Guru yang memang berperan dalam menjaga mood anak-anak usia dini.

g.       Ketika dirumah sering bergaul dengan anak-anak yang malas terutama malas dalam menghafal Al-Qur’an.

h.       Kekurangan tenaga pendidik merupakan masalah yang dapat menghambat pembelajaran, karena pendidik merupakan kunci keberhasilan dalam pembelajaran.

Setiap penerapan metode pembelajaran tidak akan terlepas dari yang namanya masalah. Namun dalam hal ini madrasah sebagai pengelola dalam pendidikan harus bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut. Masalah yang muncul dalam metode takmili di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung dari segi peserta didik sendiri, pendidik sebagai pembimbing dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pendapat Irfan (2016: 8) bahwa:

Proses menghafal Al-Qur’an tidak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa problematika dalam menghafal Al-Qur’an. Problematika tersebut bisa berasal dari diri penghafal (internal) dan juga bisa berasal dari luar si penghafal (eksternal).

 

5.          Solusi Metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

Solusi yang bisa dilaksanakan untuk mengatasi masalah dalam metode takmili membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Al-Misbah Kota Bandung

a.       Pihak madrasah untuk tahun depan bisa lebih menyeleksi peserta didik dengan berdasarakan tingkat usia. Karena untuk menanamkan pengetahuan diperlukan keadaan fisik maupun psikologis yang sudah siap.

b.       Menambah tenaga pendidik sehingga para guru bisa fokus membimbing beberapa anak yang butuh bimbingan khusus. Sehingga anak dengan daya tangkap yang lemah paling tidak bisa mengejar ketinggalan. Karena kemampuan guru pun terbatas sehingga pembelajaran tidak akan kondusif.

c.       Adanya kerjasama guru dengan orang tua peserta didik di rumah. Setiap orang tua bisa memotivasi dan mengarahkan anak-anak mereka bahwa menghafal Al-Qur’an adalah suatu hal yang baik dan sangat dianjurkan.

d.      Guru harus selalu membimbing bacaan para peserta didik sebelum menghafal dengan memperhatikan tajwid dan makhroj hurufnya. Selain itu siswa juga harus sering membaca Al-Qur’an guna memperlancar hafalannya.

e.       Kunci kesuksesan agar seseorang bisa menghafal dengan benar dan  baik adalah konsentrasi tidak terpengaruh dengan kondisi lingkungan sekitar. Serta supaya tidak merasa berat membagi surat yang panjang menjadi bagian yang kecil. Menghafal sedikit demi sedikit dengan benar, daripada menghafal banyak ayat terus banyak yang terlupa.

f.        Dikarenakan orang tualah yang yang tau persis akan kondisi anak kapan waktu-waktu bagi anak tepat untuk menghafal atau muraja’ah. Oleh karena itu teladan yang orang tua berikan sangat berpengaruh bagi keberhasilan anak.

g.       Guru yang memang berperan dalam menjaga mood anak-anak. Guru harus pintar-pintar menarik perhatian peserta didik dan memotivasi peserta didik agar mau mengikuti hafalan Al-Qur’an

h.       Guru dan orang tua mengarahkan peserta didik untuk bergabung dengan kelompok para penghafal Al-Qur’an tujuannya adalah supaya saling membantu dan saling memberi motivasi dalam hal tahfizhul Al-Qur’an.

i.        Menambah tenaga pendidik dan pembimbing sehingga para guru diharapkan bisa mengajar secara professional dan sesuai dengan bidangnya. masing-masing. Para guru juga bisa lebih berkonsentrasi pada mata pelajaran yang diampunya dan dapat menyampaikan materi secara efektif. Selain itu peserta didik juga bisa lebih terkontrol dan bagi siswa-siswa yang masih kurang, bisa mengejar ketinggalan. Akan lebih baik jika masing-masing guru ini menjadi guru pembimbing bagi beberapa anak saja. Guru ini harus tahu perkembangan anak-anak yang berada dalam bimbingannya. Kelebihannya, bagi anak yang sudah baik hafalannya akan lebih terkontrol, dan bagi peserta didik yang masih tertinggal bisa mengejar dibantu oleh guru pembimbing dan teman-teman yang ada dikelompoknya. Bisa juga mengadakan derjasama dengan guru mengaji di tempat mengaji peserta didik.

j.        Hendaknya orang tua juga berperan dalam membantu anak-anak dalam menjaga hafalan mereka. Dari pihak madrasah juga sudah memberikan buku penghubung yang berguna sebagai jembatan antara siswa dan orang tua mengetahui sejauh mana perkembangan anak mereka. Orang tua harus memanfatkan itu guna kebaikan anak mereka. Pihak madrasah terutama guru hafalan Al-Qur’an bisa bertemu dengan masing-masing orang tua secara berkala untuk menyampaikan perkembangan dan mengajak kerja sama para orang tua agar memotivasi anak-anak mereka selama dirumah. Karena kerja sama yang baik antar guru, peserta didik dan orang tua sangat diperlukan demi tercipta pembelajaran yang efektif.

Solusi yang ditempuh oleh kedua Madrasaah Ibtidaiyah tersebut untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam metode takmili membaca, menulis dan menghafal hafalan Al-Qur’an ini tidak berdasarkan pendapat pribadi kepala madrasah, melainkan melalui hasil kesepakatan dan disesuaikan dengan pedoman dan aturan yang berlaku. Hal ini sejalan dengan Munif dalam Irfan (2018: 20) bahwa:

solusi merupakan jalan atau cara yang digunakan untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah tanpa ada tekanan. Maksudnya adanya tekanan di sini adalah adanya objektivitas dalam menentukan pemecahan masalah dimana orang yang mencari solusi tidak memaksakan pendapat pribadinya dan berpedoman pada kaidah dan aturan yang ada.

 

Artikel Terkait



Prev home
 
 
 

Katalog Newspaper Online

Sahabatku

 
Copyright © SMA MITRADHARMA
Blognya | Orang Kertasari Created | al_Faqiru ~alam laqob~ Hendra